Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
21 Aug 2024 709 pembaca ADMIN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

DPKP Kabupaten Tangerang mulai salurkan Bantuan Pangan Beras Fortivikasi di 18 Desa Rentan Rawan Pangan

Tangerang,--Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang mulai mendistribusikan bantuan pangan berupa beras fortivikasi kepada 18 Desa daerah rawan pangan di 6 Kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Sesuai jadwal penyaluran pada hari pertama Selasa tanggal 20 Agustus 2024, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang menyalurkan di 6 desa di Kecamatan Legok (Desa Ranca Gong, Desa Palasari dan Desa Babat) dan Kecamatan Kosambi (Desa Rawa Rengas, Desa Kosambi Timur dan Desa Rawa Burung).

Hadir langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Asep Jatnika Sutrisno, Camat Legok Soni Karsan, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang Abdul Munir, Kepala Desa Ranca gong, Kepala Desa Babat Kecamatan Legok dan Babinsa dan, Binamas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Asep Jatnika Sutrisno menjelaskan 
Penyaluran beras fortivikasi ini untuk membantu menurunkan jumlah desa rentan rawan pangan dan gizi di Kabupaten Tangerang.

Asep Sutrisno melanjutkan, 
berdasarkan peta ketahanan dan kerentanan pangan Kabupaten Tangerang  tahun 2023, terdapat 103 desa/kelurahan yang terindikasi rentan rawan pangan.

Ada beberapa indikator utama yang membuat rentan pangan diantaranya : 1) Luas lahan pangan tidak sebanding dengan jumlah penduduk, 2).  Masih kurangnya akses air bersih yg memadai dan Tingkat kesejahteraan yang masih cukup tinggi.

"Mulai hari ini kami dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kerja sama dengan Bulog dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang mulai hari ini menyalurkan beras fortivikasi kepada masyarakat sebagai intervensi kerawanan pangan di Kecamatan Legok dan Kosambi Kabupaten Tangerang," ujar Asep Jatnika Sutrisno saat monitoring penyaluran beras fortivikasi di Desa Ranca gong kecamatan Legok, Selasa (20/08/2024).

Selanjutnya, penyaluran hari kedua tanggal 21 Agustus di kecamatan Mauk dan Sukadiri dan hari terakhir di Kecamatan Balaraja dan  Tigaraksa pada tanggal 22 Agustus 2024.

Ia melanjutkan, bahwa beras fortifikasi adalah jenis beras khusus yang dilakukan penambahan zat gizi ke dalam beras biasa (premium) berupa kernel. Zat gizi tsb di antaranya : protein, zat besi, zinc, yodium, kalsium, vitamin A,E,D,B1,B2,B3,B6,B9 (asam folat).

Maksud : agar masyarakat rentan rawan pangan dan gizi mendapatkan beras kualitas baik untuk pemenuhan kebutuhan pangannya, serta meringankan beban pengeluaran rumahtangga

Kegiatan Penanganan Kerawanan Pangan Kewenangan Kab/Kota
Sub Kegiatan Pelaksanaan Pengadaan, Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan oada Kerawanan Pangan yg Mencakup dalam 1 (satu) Daerah Kab/kota :

Jumlah bantuan beras fortifikasi kepada masyarakat rentan rawan pangan pada tahun 2024 ini yaitu di 
18 desa/kelurahan, dengan jumlah 150 kk/desa dan jumlah bantuan 10 kg/KK.

"Jadi jumlah bantuan keseluruhan 27 ton beras fortivit (kemasan 5 kg). Adapun 18 desa tersebut berada di 6 kecamatan kecamatan yaitu:Tigaraksa, Balaraja, Legok, Sukadiri, Mauk dan Kosambi di Kabupaten Tangerang,"ujarnya.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.